u mulai dari sebuah percakapan kecil.
“lha lapo awakmu ngelamar kerjo nang kene? bukane awakmu wes ngajar yo? lak mendingan ngajar timbang kerjo nang industri ngene?, (lha kenapa kamu ngelamar kerja disini? Bukanya kamu udah ngajar y?, kan mendingan ngajar daripada kerja di industri?). Sekilas pertanyaan bernada guyon yang diutarakan oleh senior ku waktu kuliah dulu. Dia sudah lebih dulu bekerja di perusahaan yang akan aku lamar. Pertanyaan tersebut menggelitik pikiranku,”. Apalagi beberapa murid saat chat pasti menanyakan sesuatu yang hampir sama, “kenapa gak ngajar lagi?”. Pikiran ku saat itu benar-benar kosong saat muncul pertanyaan tersebut, kontak aja aku gak bisa njawab pertanyaan itu. Yaa, akhirnya aku jawab sebisa mulutku berucap, “ ya sementara mas, pingin tau lingkungan industri, maklum fresh graduate”. Setelah kejadian “pertanyaan” itu diajukan, aku mulai berfikir, mulai menata dengan rapi kebingungan-kebingunganku, agar menjadi satu kesatuan argumentasi logisku.
waktu demi waktu, tes demi tes, aktifitas demi aktifitas yang aku lakukan, telah memberi jawaban atas pertanyaan waktu itu. Akan tetapi, jawaban yang aku temukan bukanlah sebuah jawaban yang meng ada-ada, tetapi jawaban yang apa adanya. Jawabanya adalah “ketidakmampuanku saat ini alias aku belum mampu”. Yaaa, aku mengatakan hal yang demikian bukan pesimistis tapi memang sungguh realistis. Untuk saat ini aku memang belum mampu mendapatkan apa yang aku inginkan, jangankan mendapatkan, untuk melakukan saja aku belum mampu. Dari pertanyaan itu aku ingin menjawab untuk diriku sendiri, dengan jawaban semauku, jadi apapun yang aku rasakan akan aku buang semua lewat tulisan ini, “kenapa ngelamar kerja disini, knapa gk ngelanjutin ngajar?” Aku tahu mengajarkan ilmu sampai beranfaat adalah salah satu amal ibadah yang pahalanya tidak terputus sampai akhir hayat, tapi sungguh, Mohon maaf banget, mohon maaf sebesar-besarnya, aku ini belum memiliki “kematangan ilmu” untuk mengajar. Bahkan ilmu yang 4 tahun sudah aku pelajari waktu kuliah seakan kurang bersahabat dengan otakku, aku belum bisa menikmati “kedewasaan ilmu” yang telah aku dapat. Aku masih butuh banyak belajar lagi. lanjut tulisan klik "baca selengkapnya"
Ada satu hal yang tidak akan mungkin terjadi di dunia ini, yaitu "Sesuatu yang belum pernah dicoba",Semoga Bermanfaat....
Jumat, 06 Januari 2012
Minggu, 01 Januari 2012
TAKUT JADI TUKANG BAKSO???
Satu lagi Klipping simpenan dari Cak Nun, sebuah renungan untuk intropeksi diri
Sebuah pengajian yang amat khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam itu, mendadak terganggu oleh suara dari seorang tukang bakso yang membunyikan piring dengan sendoknya. Pak Ustad sedang menerangkan makna khauf, tapi bunyi ting-ting-ting-ting yang berulang-ulang itu sungguh mengganggu konsentrasi anak-anak muda calon ulil albab yang pikirannya sedang bekerja keras.
Sebuah pengajian yang amat khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam Apakah ia berpikir bahwa kita berkumpul di masjid ini untuk berpesta bakso !” gerutu seseorang.
“Bukan sekali dua kali ini dia mengacau !” tambah lain-nya, dan disambung – “Ya, ya, betul !”
“Jangan marah, ikhwan….,” seseorang berusaha meredakan kegelisahan, “ia sekadar mencari makan …..”
“Jangan-jangan sengaja ia berbuat begitu! Jangan jangan ia minan-nashara !” sebuah suara keras.
Minggu, 25 Desember 2011
Yang Pasti, Bakat Bukan Penentu…
Yaa, bakat bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan kita. Bakat hanyalah salah satu kelebihan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk terus dilatih dan dikembangkan, agar kita bisa memiliki kualitas diri yang bisa diunggulkan. Sering kali kita berfikir dan bertanya, apakah benar bakat kita ada yang terpendam???, lantas bagaimana dengan kita yang menganggap bahwa kita tidak punya bakat???, Apakah kita bisa berhasil???, Yang pasti, pertanyaan seperti itu kurang tepat disampaikan, kenapa? Karena setiap manusia dikaruniai dan diberi kelebihan dan kekurangan masing-masing, orang yang mampu memanfaatkan kelebihanya itulah orang yang bisa menemukan bakatnya. Dialah yang tekun dan sabar menggali potensi serta kelebihan-kelebihan yang dianugerahkan Tuhan.
Sering kita mendengar kalimat-kalimat yang menganggap bakat menjadi harga mati pencapaian keberhasilan seseorang. “Dia berhasil di bidang kesenian, karena memang dia bakat di dunia seni”, “Si Z bisnisnya sukses karena dia punya jiwa dan bakat bisnis yang baik”, “Hwaduh, saya gak bisa nulis berita, karena saya gak punya bakat nulis”, “maaf, saya gak bisa jadi pembicara pada seminar yang anda adakan, karena saya gak bakat ngomong didepan forum resmi seperti itu”.

Sering kita mendengar kalimat-kalimat yang menganggap bakat menjadi harga mati pencapaian keberhasilan seseorang. “Dia berhasil di bidang kesenian, karena memang dia bakat di dunia seni”, “Si Z bisnisnya sukses karena dia punya jiwa dan bakat bisnis yang baik”, “Hwaduh, saya gak bisa nulis berita, karena saya gak punya bakat nulis”, “maaf, saya gak bisa jadi pembicara pada seminar yang anda adakan, karena saya gak bakat ngomong didepan forum resmi seperti itu”.
Rabu, 21 Desember 2011
MOBILITAS SANG IKAN

Disuatu kesempatan, seperti biasanya aku dan kawan-kawan duduk santai bersama disebuah tempat pemberi inspirasi, ya tempat itulah warung kopi. Ngobrol rileks, menikmati jajanan ringan nan hangat sambil meletakkan kejenuhan-kejenuhan selama satu hari akibat rutinitas tiada batas. Aktifitas yang biasa kujalani, entah itu kuliah, praktikum, laporan atau bahkan organisasi. Aktifitas-aktifitas seperti itulah yang telah menciptakan kebosanan-kebosanan yang tak bisa dihindari. Maka dari itu, rasanya perlu ada refreshing yang murah, sederhana dan gak buat kantong kering, refreshing ala warung kopi lah sebagai salah satu solusi konstruktif yang bisa aku nikmati, hehehe.
Minggu, 18 Desember 2011
Kimia Dasar Wujud Zat
Meski ketiga keadaan materi ( gas, padat, cair ) telah kita ketahui namun akan bermanfat untuk mermuskan dengan jelas karakteristik untuk mambedakannya. Perbedaan wujud zat ditimbulkan oleh faktor jarak antara partikel terkecil zat tersebut.
Suatu gas tak mempunyai bentuk,gas mengambil bentuk dari wadahnya.Gas tak mempunyai volume tertentu, melainkan dapat dimapatkan maupun dimuaikan menurut purubahan ukuran wadah.Volume wadahnya adalah volume gas tersebut. Suatu cairan tak mempunyai bentuk yang khas.Cairan mengambil bentuk dari wadahnya ketika cairan itu mengatur permukaannya di bawah pengaruh gaya berat, tetapi cairan mempunyai volume yang khas, meskipun cairan tak mutlak termapatkan, namun pemapatan cairan dapat diabaikan bahkan dibawah tekanan tinggi sekalipun. Suatu zat padat mempunyai bentuk tertentu dan volume tertentu. Dengan kata lain Perbedaan wujud zat ditimbulkan oleh faktor jarak antara partikel terkecil zat tersebut. Jika saling berjauhan maka zat berwujud gas, jika partikel sangat dekat maka akan berwujud padat, dan diantara wujud gas dan padat terdapat wujud cair.
Suatu zat murni dapat berada dalam salah satu dari ketiga keadaan, bergantung pada temperaturnya,hanya karena temperatur biasa di sekitar kita,maka Air ( H2O ),selalu kita anggap cair dan Amonia ( NH3 ),adalah Gas.Pada temperatur yang agak rendah Air menjadi Es ( padat ) dan Amonia akan mencair. Pada temperatur yang yang cukup rendah Zat apa saja akan berbentuk padat.
Suatu gas tak mempunyai bentuk,gas mengambil bentuk dari wadahnya.Gas tak mempunyai volume tertentu, melainkan dapat dimapatkan maupun dimuaikan menurut purubahan ukuran wadah.Volume wadahnya adalah volume gas tersebut. Suatu cairan tak mempunyai bentuk yang khas.Cairan mengambil bentuk dari wadahnya ketika cairan itu mengatur permukaannya di bawah pengaruh gaya berat, tetapi cairan mempunyai volume yang khas, meskipun cairan tak mutlak termapatkan, namun pemapatan cairan dapat diabaikan bahkan dibawah tekanan tinggi sekalipun. Suatu zat padat mempunyai bentuk tertentu dan volume tertentu. Dengan kata lain Perbedaan wujud zat ditimbulkan oleh faktor jarak antara partikel terkecil zat tersebut. Jika saling berjauhan maka zat berwujud gas, jika partikel sangat dekat maka akan berwujud padat, dan diantara wujud gas dan padat terdapat wujud cair.
Suatu zat murni dapat berada dalam salah satu dari ketiga keadaan, bergantung pada temperaturnya,hanya karena temperatur biasa di sekitar kita,maka Air ( H2O ),selalu kita anggap cair dan Amonia ( NH3 ),adalah Gas.Pada temperatur yang agak rendah Air menjadi Es ( padat ) dan Amonia akan mencair. Pada temperatur yang yang cukup rendah Zat apa saja akan berbentuk padat.
Langganan:
Postingan (Atom)