Minggu, 18 Desember 2011

ANALISIS TERMAL GRAVIMETRI FILM GELATIN KOMERSIAL – KITOSAN

Nama : Hamzah Guna Wijaya
NRP : 1407 100 023
Pembimbing I : Drs. Eko Santoso, M.Si
Pembimbing II : Lukman Atmaja, Ph.D



Abstrak
Analisa termal gravimetri pada paduan Gelatin Komersial (GK)-kitosan (CH) dapat dilakukan dengan menggunakan Thermo-Gravimetric Analysis (TGA). Kitosan didapat dari kulit udang dengan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, serta deasetilasi. Kitosan yang didapat memiliki derajat deasetilasi (DD) sebesar 63%. Paduan Film komposit GK-CH yang ditambahkan gliserol dan sorbitol sebagai plasticizer dipelajari dalam penelitian ini. Paduan dibuat dengan komposisi GK 4%-CH 1,5%, GK 4%-CH 3%, GK 4%-CH 4%. Masing-masing komposit dianalisa dengan FTIR untuk mengetahui gugus-gugus yang ada dalam senyawa paduan tersebut. Pada analisa TGA, diketahui bahwa gelatin komersial memiliki degradasi termal paling tinggi yaitu sebesar 294,330C dan pada kitosan memiliki degradasi termal sebesar 2420C. Perpaduan antara kitosan dengan gelatin memberikan informasi penurunan degradasi termal dari kitosan maupun gelain komersial. Dari data TGA menunjukkan bahwa suhu degradasi maksimum paduan GK 4%-CH 1,5% sebesar 235,13 0C, GK 4%-CH 3% sebesar 235,66 0C, dan GK 4%-CH 4% memiliki suhu degradasi 235,770C. data TGA juga memberikan informasi pengurangan massa sampel masing-masing 25,01%, 16,45% dan 21,08%.

Kata kunci: Deproteinasi; demineralisasi; deasetilasi; TGA;
FTIR; Plasticizer

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
JAWA TIMUR
INDONESIA

Degradasi Polimer

Degradasi polimer merupakan proses yang ditandai dengan pecahnya tulang punggung rantai utama atau ikatan-ikatan gugus samping. Degradasi meliputi seluruh pengerusakan sifat-sifat polimer yang berguna secara komersial seperti pengurangan atau penambahan massa molekul relatif (Rabek,1980).
Polimer dapat didegradasi dengan menempatkanya dalam suatu tempat yang dapat dikenai suhu tinggi (degradasi termal), oksigen dan ozon, sinar ultraviolet, air, radiasi, dan senyawa kimia (Hakwins, 1984). Radikal primer dan sekunder selanjutnya akan terpolimerisasi sehingga akan menjadi monomer-monomer. Degradasi dengan reaksi pemotongan rantai dapat mengalami satu dari tiga macam kemungkinan mekanisme yaitu:
a. degradasi secara acak, dimana rantai yang dirusak terletak pada sisi yang tidak tertentu.
b. depolimerisasi, dimana unit monomer dilepaskan pada sebuah rantai aktif yang terakhir.
c. degradasi rantai yang lemah, dimana rantai rusak pada ikatan yang energinya rendah.
Pada penambahan termal degradasi dapat diinisiasi dengan iradiasi fotokimia, atau dengan cara mekanik

Sabtu, 17 Desember 2011

Humor-humoran

Cowok Idaman Para Cewek
Cewek : Mas kerja dimana?
Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek : (WAW…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
… Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??

Sepuluh Fakta Konyol

1. Kertas terbuat dari kayu, belajar membutuhkan bnyk kertas (baca: buku). Jadi, dengan tidak belajar berarti kita telah mendukung gerakan Go Green!
2. Menjadi perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif, oleh karena itu marilah kita aktif merokok !
3. Makan sayur bikin kurus? Coba kalian bandingkan kuda nil yang vegetarian dan macan yang karnivora. Mana yg lebih kurus?
4. Makan makanan kotor bikin diare? Tapi saya belum pernah dengar ada lalat yang mencret.

Sifat Bahan HCl, CH3COOH, Sorbitol, Gliserol

Asam Klorida
Asam Klorida berwarna jernih, berbau dan memiliki densitas 1,096 g/cm³. HCl bersifat korosif terhadap membran mukosa, esophagus, dan membran perut. HCl akan memberikan warna kuning pada besi atau senyawa organik lain (windholtz 1983). Asam klorida merupakan senyawa anorganik dengan bau tajam dan tak berwarna. Asam klorida sangat larut dalam pelarut air dengan membentuk larutan asam kuat. Titik lelehnya -0,41oC, titik didih 110 °C (383 K) pada larutan 20,2% dan 48 °C (321 K) pada larutan 48% (Mulyono, 2006).

Asam Asetat (CH3COOH)
Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, Mempunyai rumus empiris C2H4O2. Mempunyai densitas 1,049 gr/ml dan titik didih 1180 dengan Ka = 1,8 x 10-5 Asam asetat sangat korosif terhadap jaringan yang dapat menuyebabkan muntah, pusing, pingsan dan lain-lain.

Thanks...