Thermo- Gravimetric Analysis (TGA)
Analisis termal dalam pengertian luas adalah pengukuran sifat kimia fisika bahan sebagai fungsi suhu. Penetapan dengan metode ini dapat memberikan informasi pada kesempurnaan kristal, polimorfisma, titik lebur, sublimasi, transisi kaca, dedrasi, penguapan, pirolisis, interaksi padat-padat dan kemurnian. Data semacam ini berguna untuk karakterisasi senyawa yang memandang kesesuaian, stabilitas, kemasan dan pengawasan kualitas. Pengukuran dalam analisis termal meliputi suhu transisi, termogravimetri dan analisis cemaran. Teknik-teknik yang mencakup dalam metode analisis termal antar lain, Thermal Mechanical Analysis (TMA), Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Thermal Gravimetric Analysis (TGA). Data yang di peroleh dari masing-masing teknik tersebut digunakan untuk memplot secara kontiyu dalam bentuk kurva yang dapat disetarakan dengan suatu spektrum yang dikenal dengan sebagai termogram (Martianingsih, 2010).
Ada satu hal yang tidak akan mungkin terjadi di dunia ini, yaitu "Sesuatu yang belum pernah dicoba",Semoga Bermanfaat....
Sabtu, 17 Desember 2011
INSTRUMEN FTIR
FTIR.....
Instrumen yang digunakan untuk mengukur resapan radiasi infra merah pada berbagai panjang gelombang disebut spektrofometer infra merah (Fessenden F, 1997). Bila sinar infra merah dilewatkan melalui cuplikan senyawa organik, maka sejumlah frekuensi diserap sedangkan frekuensi yang lain diteruskan atau ditransmisikan tanpa diserap. Molekul-molekul alkana hanya menyerap sinar infra merah pada frekuensi tertentu jika di dalam molekul ada transisi tenaga yaitu sebesar (Delta E = hv). Transisi yang terjadi di dalam serapan infra merah berkaitan dengan perubahan-perubahan vibrasi di dalam molekul. Itulah sebabnya spektroskopi infra merah merupakan spektroskopi vibrasi. Ikatan-ikatan yang berbeda (C-C, C=C, C=-C, C-O, C=O, O-H, N-H, dsb) mempunyai frekuensi vibrasi yang berbeda dan kita dapat mendeteksi adanya ikatan-ikatan tersebut dalam molekul organik dengan mengidentifikasi frekuensi-frekuensi karakteristiknya sebagai pita serapan dalam spektrum infra merah (Sastrohamidjojo, 1991).
Instrumen yang digunakan untuk mengukur resapan radiasi infra merah pada berbagai panjang gelombang disebut spektrofometer infra merah (Fessenden F, 1997). Bila sinar infra merah dilewatkan melalui cuplikan senyawa organik, maka sejumlah frekuensi diserap sedangkan frekuensi yang lain diteruskan atau ditransmisikan tanpa diserap. Molekul-molekul alkana hanya menyerap sinar infra merah pada frekuensi tertentu jika di dalam molekul ada transisi tenaga yaitu sebesar (Delta E = hv). Transisi yang terjadi di dalam serapan infra merah berkaitan dengan perubahan-perubahan vibrasi di dalam molekul. Itulah sebabnya spektroskopi infra merah merupakan spektroskopi vibrasi. Ikatan-ikatan yang berbeda (C-C, C=C, C=-C, C-O, C=O, O-H, N-H, dsb) mempunyai frekuensi vibrasi yang berbeda dan kita dapat mendeteksi adanya ikatan-ikatan tersebut dalam molekul organik dengan mengidentifikasi frekuensi-frekuensi karakteristiknya sebagai pita serapan dalam spektrum infra merah (Sastrohamidjojo, 1991).
Sabtu, 26 November 2011
“Hasil Negatif masih Lebih Baik, daripada tak Satu pun yang Positif”
Hufth, setelah sekian lama vakum dari dunia tulis menulis, akhirnya kemalasan untuk menulis pun bisa kuusir dengan judul yang kusampaikan diatas. Ok! langsung saja kita mulai,,,,,
gambar di ambil dari
http://www.macfamous.com/wp-content/uploads/2009/12/Peluang-Usaha-Ahasu-Gnaulep.jpg
Kalau kita berbicara masalah “hasil”, pemahaman kita akan digiring pada satu kesatuan sistem yang berjalan (Sistem yang dimaksud disini adalah sistem kehidupan). Sebelum mengacu pada “hasil” sistem, kita pasti melewati jalan berliku yang dinamai dengan “proses”. Toh proses juga butuh yang namanya “permulaan”. Jadi kita tidak bisa berbicara banyak tentang “hasil” tanpa mengkaji terlebih dahulu tentang “proses” dan “permulaan”. Sederhananya, Kalau pingin hasil yang baik maka berproseslah yang baik, kalau pingin hasil yang buruk banyak cara memperlakukan kehidupan ini dengan perilaku yang buruk pula. Intinya adalah,
gambar di ambil darihttp://www.macfamous.com/wp-content/uploads/2009/12/Peluang-Usaha-Ahasu-Gnaulep.jpg
Kalau kita berbicara masalah “hasil”, pemahaman kita akan digiring pada satu kesatuan sistem yang berjalan (Sistem yang dimaksud disini adalah sistem kehidupan). Sebelum mengacu pada “hasil” sistem, kita pasti melewati jalan berliku yang dinamai dengan “proses”. Toh proses juga butuh yang namanya “permulaan”. Jadi kita tidak bisa berbicara banyak tentang “hasil” tanpa mengkaji terlebih dahulu tentang “proses” dan “permulaan”. Sederhananya, Kalau pingin hasil yang baik maka berproseslah yang baik, kalau pingin hasil yang buruk banyak cara memperlakukan kehidupan ini dengan perilaku yang buruk pula. Intinya adalah,
Rabu, 24 Agustus 2011
Tebak-tebakan untuk yang ngaku Pinter,,
ini tebakan sebenernya udah cukup lama, tapi cukup menggelikan,,, meski udah "terkorosi" gak ada salahnya q posting, hhehe
penasaran??? ikuti terus ceritaya,
Pertanyaan 1 (point 15)
Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?
Jawaban:
Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua! waaah ente parah banget kawan,,, ok! tes selanjutnya simak dengan baik pertanyaannya jangan ditinggal tidur ya,,, lanjuuut!!!
Pertanyaan 2 (point 20)
Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi berapa…?
penasaran??? ikuti terus ceritaya,
Pertanyaan 1 (point 15)
Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?
Jawaban:
Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua! waaah ente parah banget kawan,,, ok! tes selanjutnya simak dengan baik pertanyaannya jangan ditinggal tidur ya,,, lanjuuut!!!
Pertanyaan 2 (point 20)
Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi berapa…?
Jumat, 19 Agustus 2011
RAJANYA BULAN (PART 1)
Hari jum’at dikenal dengan sayyidul ayyam atau rajanya hari, sedangkan untuk mahkota raja pada runtutan bulan disematkan pada bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan dikenal dengan “sayyidus syuhur” atau rajanya bulan, kenapa pada bulan romadhan, bukan bulan-bulan yang lain???
karena pada bulan ramdhan, memiliki keistimewaan yang luar biasa jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Keistimewaan itu antara lain:
A. DIWAJIBKANNYA PUASA
B. DITURUNKANNYA AL-QUR'AN
C. MALAM LAILATUL QADAR
1. Diwajibkannya Puasa
Puasa merupakan salah satu rukun islam, dimana salah satu substansi ibadahnya adalah relasi interpersonal dengan adi qodrati. Karena perintah puasa wajib ini hanya diadakan pada bulan ramadhan dengan awal dan akhir waktunya ditentukan dengan proses penetapan yang lumayan rumit (tentunya mengacu pada penetapan dalam Al-Qur’an. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari puasa. Puasa adalah jangka waktu istirahat bagi tubuh dan saluran pencernaan kita dari segala sesuatu yang menjadikannya terus bekerja. Tujuannya adalah agar saluran pencernaan menjadi lebih fresh dan lebih bersih lagi. Mengingat bahwa perut ini sumber dari penyakit jasmani, puasa adalah alternatif “peribahasa” yang mengatakan, mencegah lebih baik dari pada mengobati, selain itu, pauasa akan menjadikan diri kita lebih sehat. Seperti yang disabdakan baginda Muhammad SAW “berpuasalah maka kamu akan sehat”.
karena pada bulan ramdhan, memiliki keistimewaan yang luar biasa jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Keistimewaan itu antara lain:
A. DIWAJIBKANNYA PUASA
B. DITURUNKANNYA AL-QUR'AN
C. MALAM LAILATUL QADAR
1. Diwajibkannya Puasa
Puasa merupakan salah satu rukun islam, dimana salah satu substansi ibadahnya adalah relasi interpersonal dengan adi qodrati. Karena perintah puasa wajib ini hanya diadakan pada bulan ramadhan dengan awal dan akhir waktunya ditentukan dengan proses penetapan yang lumayan rumit (tentunya mengacu pada penetapan dalam Al-Qur’an. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari puasa. Puasa adalah jangka waktu istirahat bagi tubuh dan saluran pencernaan kita dari segala sesuatu yang menjadikannya terus bekerja. Tujuannya adalah agar saluran pencernaan menjadi lebih fresh dan lebih bersih lagi. Mengingat bahwa perut ini sumber dari penyakit jasmani, puasa adalah alternatif “peribahasa” yang mengatakan, mencegah lebih baik dari pada mengobati, selain itu, pauasa akan menjadikan diri kita lebih sehat. Seperti yang disabdakan baginda Muhammad SAW “berpuasalah maka kamu akan sehat”.
Langganan:
Postingan (Atom)